Design Kolam Ikan Hias

Design Kolam Ikan Hias - Desain kolam  ikan hias minimalis, merupakan salah satu trend untuk mempercantik dekorasi rumah minimalis anda.Selain itu, desain kolam ikan minimalis yang tidak terlalu memakan area yang cukup luas merupakan pilihan yang cukup terjangkau dalam mendekorasi rumah.Sehingga dapat menghemat biaya dan lahan yang akan digunakan untuk membuat kolam ikan.Dengan kehadiran kolam ikan  minimalis akan menciptakan suasana alami dengan gemericik air yang selalu menyegarkan serta ikan-ikan hias yang indah.Anda juga bisa membuat kolam ikan dengan paduan taman serta dapat di tempatkan didalam rumah untuk menciptakan suasana hangat di tengah-tengah keluarga anda.



Dalam pembuatan kolam ikan dalam rumah tentu saja berbeda dengan desain kolam ikan luar rumah, anda perlu memperhitungkan secara matang agar tercipta kolam yang benar-benar sempurna seperti yang anda harapkan.Untuk hasil yang lebih sempurna saya rekomendasikan anda untuk mencari inspirasi-inspirasi di media seperti internet, koran, majalah, sehingga anda dapat mengerti lebih jelas tentnag desain kolam ikan yang akan anda buat.Atau anda bisa berkonsultasi dengan ahlinya dan yang lebih berpengalaman di bidangnya.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Rahasia Membuat Kolam Ikan

Rahasia Membuat Kolam Ikan - MENGHADIRKAN kolam ikan di pekarangan menjadi salah satu cara jitu untuk memunculkan hawa sejuk di sekitar hunian. Tak perlu dana besar untuk membuat "rumah" bagi hewan air itu.



Gemericik air akan membuat suasana rumah dan pekarangan yang gersang menjadi lebih sejuk dan dingin. Apalagi jika kolam itu berisi ikan-ikan cantik beraneka warna. Kepenatan Anda akan hilang seketika. Air memang dipercaya membawa unsur kedamaian serta ketenangan. Air juga bisa menjadi terapi pikiran dan jiwa.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, tidak sulit bagi Anda membuat kolam ikan sendiri. Anda tidak perlu membayar mahal untuk mendatangkan ahlinya. Cukup dengan desain simpel dan Anda tinggal menyuruh tukang kepercayaan Anda untuk membangunnya.

Tahap pertama pembangunan kolam taman adalah dengan merencanakan lokasi. Pilih tempat yang sesuai dengan interior hunian, sehingga kolam bisa terlihat bahkan gemericik airnya terdengar sampai ke dalam rumah. Perhatikan pula ketersediaan sinar matahari terhadap tumbuhan air. Aksesibilitas pada pasokan air dan listrik juga jangan diabaikan bila kolam Anda memerlukan pompa, lampu, dan aksesori lainnya. Menurut arsitek lanskap Diana Ambadar, penentuan lokasi kolam disesuaikan dengan tujuan serta kebutuhan pembuatannya.

Setelah itu, tentukan metode pembuatannya. Apakah Anda akan menggunakan beton sebagai bahan dasar kolam? Kolam dari bahan dasar beton memang tahan lama. Namun, bila tidak tahu bagaimana mencampuradukkan "adonan" beton dengan tepat, kolam tersebut nanti malah akan retak dan pecah-pecah. "Kolam dari beton hanya bisa dikerjakan oleh ahlinya," ujar Diana.

Ukuran kolam tidak perlu dipermasalahkan. Kolam kecil juga bisa jadi secantik kolam besar. Hanya, perhatikan bila Anda ingin mengisi kolam tersebut dengan ikan.

"Bagi pencinta ikan koi, sebaiknya memiliki kolam yang cenderung luas. Perhatikan juga kedalamannya. Jangan sampai terlalu dangkal karena bisa-bisa saat hujan, air kolam menjadi penuh dan ikan Anda meluncur ke luar. Belum lagi ancaman dari predator seperti kucing," papar Diana.

Anda boleh memasang keramik atau batu alam sebagai pelapis dinding kolam. Namun, kata Diana, dua material tersebut berpotensi menjadi tempat tumbuh lumut apabila tidak dijaga dan dirawat secara baik. "Lumut yang tebal membuat kolam jadi terlihat hijau keruh. Belum lagi nyamuk akan senang bertelur di situ," kata Diana.

Bila dana Anda terbatas, detail kolam tidak perlu terlalu rumit. Agar tetap terlihat cantik, Anda bisa menambahkan hiasan air mancur atau water fountain. Water fountain akan menambah daya tarik kolam. Selain itu, air yang diputar terus-menerus oleh mesin penggerak air akan mengganti oksigen yang berguna bagi kelangsungan hidup ikan yang ada di dalamnya.

Menurut ahli pembuat kolam ikan hias dan taman, Usup Supriatna, Sisa lahan 2 x 3 meter saja sudah bisa dibuat kolam hias. "Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan jika ingin membuat kolam ikan. Aspek pertama adalah aliran air pembuangannya. Lokasi kolam sebisa mungkin dekat dengan sumber air," kata Usup.

"Sebaiknya aliran pembuangan air kolam dibuat di dasar kolam, dengan tutupan yang mudah dibuka dan tutup kembali. Tutupan ini bisa menggunakan karet atau besi yang tidak mudah berkarat. Fungsinya agar ketika dibersihkan air dan kotoran dapat terbuang secara baik," tambahnya.

Pria kelahiran Bandung ini juga menyarankan bahan pembuat kolam sebaiknya semen atau batu yang padat sehingga mudah dibersihkan dan terkena sinar matahari secara langsung. Aspek-aspek tersebut sangat diperlukan agar kebersihan kolam ikan tetap terjaga dan tidak menciptakan kelembaban yang berlebihan di sekitar kolam. Senada dengan Diana, Usup juga menyarankan pembuatan kolam dengan bahan semen hendaknya menggunakan jasa orang yang memang mengerti bagaimana membangun sebuah kolam taman.

Kolam ikan yang indah tak selalu memerlukan dana mahal. Dengan Rp1.000.000-an, Anda sudah bisa memiliki kolam dengan konsep standar. Namun, bila ingin menggunakan relief serta water fountain, setidaknya Anda harus menyediakan dana minimal Rp3 juta.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Kolam Ikan Minimalis

Kolam Ikan Minimalis - Desain kolam ikan minilmalis, banyak dari sahabat semua yang mempunyai sisa lahan, baik itu di depan rumah, belakang rumah , bingung mau dimanfaatkan buat apa, solusinya adalah, membuat kolam ikan, kolam ikan biasanya identik dengan taman yang terdengar gemricik air mengalir.



Selain fungsi yang begitu artistik, kita merasa tenang nyaman setelah melihat kolam yang penuh dengan ikan ikan yang cantik. Nah buat sahabat yang mau menbuat kolam ikan,, dalam kesempatan ini saya mau berbagi desain desain kolam ikan minimalis dan moderen yang mungkin bisa menjadi referensi dan inspirasi sahabat sahabat semuanya. (Kolam Ikan)

0 komentar:

Mendesain Kolam Ikan yang Sedap dipandang Mata

Mendesain Kolam Ikan yang Sedap dipandang Mata - Kolam dapat mempercantik eksterior dan interior sebuah rumah. Keberadaannya pemecah kesan masif dan kaku pada bangunan, serta memberi efek hiburan tersendiri bagi pemilik rumah.



Sebuah kolam, baik kolam ikan maupun reflecting ponds , dapat dibuat dengan menggali tanah atau dengan membangun dinding kolam vertikal ke atas. Tanpa menggali tanah. Tergantung desain dan kondisi tapak.
Semen digunakan untuk mengecor dasar kolam sehingga tidak bocor. Dinding kolam umumnya dibuat dari susunan bata yang diplester trasram. Artinya semen dan pasir yang digunakan untuk plester berkomposisi 1:3 dan kedap air.

Bata dipilih sebagai material utama karena material ini lebih mudah diaplikasikan dan dibentuk sesuai desain dinding kolam. Bahkan hingga bentuk organik sekalipun.

Material lain seperti batako yang ukurannya lebih besar cenderung lebih sulit disusun membentuk kolam yang diinginkan. Jika memelihara ikan di kolam, sebaiknya lantai kolam jangan diaci licin.

Sebaliknya, lantai kolam sebaiknya dibuat agak kasar untuk memudahkan pertumbuhan lumut dan jamur. Ikan lebih menyukai kondisi ini dibanding lantai kolam yang licin tapi tak ditumbuhi lumut.

Hal paling penting dalam membangun sebuah kolam adalah waterproofing . Anda bisa melapisi seluruh bagian dalam kolam dengan waterproofing untuk mencegah  kebocoran. Pilihan warna waterproofing sangat beragam.

Mulai dari hijau, jingga, biru, merah, hingga yang transpraan dan tidak merubah warna alami semen. Pilih sesuai dengan kebutuhan desain Anda.

Aplikasi waterproofing sebaiknya diulang setelah 2-3 tahun. Pada rentang waktu itu, lapisan waterproofing mulai retak dan lepas.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Membuat Kolam Ikan dalam Rumah

Membuat Kolam Ikan dalam Rumah - Jika anda punya lahan cukup dan hobi memelihara ikan hias, tidak salah jika menyemarakkan rumah dengan menghadirkan kolam ikan didalam rumah. Menurut seorang psikolog dan pecinta ikan, menatap ikan dalam beberapa menit dapat menghilangkan kelelahan otak dan stress akibat lelah bekerja.



Ikan juga bisa memberikan nuansa tersendiri. Suara gemericik air dan ikan bisa membuat pemilik rumah merasa tenang. Namun, sebelum anda merealisasikan rencana ini, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk membuat kolam ikan hias dalam rumah.

Aliran air pembuangan. Lokasi kolam ikan harus diupayakan dekat dengan sumber air agar ketika selesai dibersihkan dapat segera diisi kembali. Sumber air bisa disediakan dengan membuat kran air dekat kolam ikan. Disarankan, air yang akan digunakan merupakan air tanah bukan dari air PAM. Hal ini guna menjaga PH air.
Bahan pembuat kolam. Bahan pembuat kolam juga merupakan faktor terpenting dalam menghadirkan kolam yang cantik dan berfungsi baik. Bahan pembuat kolam sebaiknya semen atau batu yang padat sehingga mudah dibersihkan. Untuk dasar kolam, semen harus dicampur dengan pasir dengan komposisi yang pas. Disarankan bahan semen lebih banyak dibanding pasir, agar dasar kolam lebih kuat dan tahan bocor.
Dinding kolam pun disarankan menggunakan bahan yang sama dengan dasar kolam, mengingat jika terjadi kebocoran kolam dapat merembes ke ruangan lainnya di sekitar kolam. Setelah dicor, kolam dapat dilapisi dengan beberapa jenis bahan seperti keramik, atau batu alam.
Kolam harus ditempatka dilokasi yang mudah mendapatkan sinar matahari langsung. Ini berguna agar tidak terjadi kelembaban berlebih di sekitar kolam, dan ikan pun dapat berkembang dengan sehat. Dari segi interior, kolam ikan hias lebih baik ditempatkan di sisi dalam rumah yang berdekatan dengan ruang santai keluarga.
Sementara di sisi kolam dapat dibuat taman yang bisa lebih menyemarakan suasana. Untuk sirkulasi oksigen yang baik bagi ikan, dapat ditambahkan pancuran air atau water fall yang dibuat menyatu dengan dinding di atas kolam. (Kolam Ikan)

0 komentar:

Kolam Ikan Sebagai Terapi Kesehatan

Kolam Ikan Sebagai Terapi Kesehatan - SUARA gemericik air yang dihasilkan air mancur mampu menghilangkan kepenatan, menenangkan Hati serta Pikiran. Elemen ini juga dikenal bisa menghadirkan keasrian dan kesegaran di dalam Rumah Serta taman.

Menikmati hijau taman di sore hari dengan secangkir teh atau bercengkerama bersama keluarga, rasanya belum afdol tanpa “ditemani” suara air. Saat ini menghias taman tidak harus selalu terpaku pada penerapan tanaman hijau saja. Unsur air pun dapat dimasukkan sebagai ornamen yang mampu menghidupkan suasana di taman Anda.



Tidak hanya terbatas sebagai tempat merelaksasikan diri, adanya kolam dengan air mancur di taman juga bisa dijadikan pendingin aliran udara yang masuk ke rumah. Selain itu, kolam dengan air mancur memiliki fungsi visual sebagai penghilang kejenuhan dan memberikan nilai estetika tersendiri. Namun, terkadang air mancur, terutama yang berbentuk tebing, memerlukan area cukup luas untuk membuatnya. Bagi Anda yang hanya memiliki lahan sempit, jangan langsung berkecil hati. Air mancur dengan gaya etnis Bali yang berukuran kecil bisa dijadikan pilihan yang pas.
Sama halnya dengan mendekorasi bagian interior rumah, dalam mendesain air terjun untuk taman Anda juga harus menentukan tata letak yang pas. Jangan sampai air terjun mengganggu fungsi dan tampilan taman.

“Air terjun di taman bisa saja diletakkan di depan atau di dalam rumah.Bisa juga diletakkan sendiri. Meletakkan air terjun tidak selalu harus berdekatan atau menyatu dengan taman. Untuk hunian bergaya minimalis, bisa menempatkan air terjun di area halaman depan rumah. Terlebih lagi saat ini sudah banyak model air terjun minimalis yang ditawarkan oleh para penjual tanaman. Jadi, Anda tidak perlu repot membuat pola air terjun sendiri.

“Saat ini hiasan taman seperti air mancur sudah memiliki banyak pilihan, seperti desain waterwall yang bisa diletakkan di bagian interior dan eksterior rumah. Selain itu, ada juga desain air mancur yang terbuat dari pahatan batu alam,”menggunakan dekorasi air mancur yang sudah tersedia memang sangat mudah dan Anda tidak perlu repot mencari bahan untuk membuatnya. Meski begitu,mungkin jenis air mancur ini tidak terlalu awet dan modelnya pun cenderung lebih banyak minimalis.“Keberadaan tanaman air di dalam pot ini untuk menjaga agar air di kolam tidak mudah keruh. Taburkan juga batu koral kecil di atas potnya untuk mencegah tanah larut dengan airHal berikutnya yang harus diperhatikan dalam membuat air mancur adalah sirkulasinya. Dengan sirkulasi yang baik, air mancur akan bertahan lebih lama dan selalu terjaga keindahan suara gemericiknya air yang seolah kita sedang di daerah pegunungan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat air mancur:


  • Pergantian air harus dilakukan secara teratur. Jika tidak diganti secara teratur, maka air mancur akan kotor dan berwarna hijau karena tumbuhnya alga. Gunakan alga treatment yang aman untuk hewan.
  • Pembersihan air mancur yang teratur akan membuat keindahannya tetap terjaga. Keringkan air mancur secara teratur dan bersihkan dengan cara menggosok. Air mancur yang tidak dibersihkan secara teratur dan dibiarkan terlalu lama kotor akan menyusahkan proses pembersihan selanjutnya serta menimbulkan bau amis.


Kreativitas desain taman dan pelengkapnya sangat mempengaruhi tampilan air mancur untuk menambah keindahan taman dan menarik perhatian bagi yang melihatnya. Selain itu, taman air mancur harus dibangun dengan fondasi yang kuat dan stabil pada tanah yang rata. Sebaiknya dapatkan bantuan tenaga professional sehingga air mancur dapat didisain dan dibangun dengan baik.

Tambahan furniture taman yang tahan cuaca akan membantu anda menikmati keindahan taman air mancur dengan santai dan tenang.

Taman dengan feature air lain seperti kolam air dan kolam ikan juga merupakan pilihan yang bagus untuk menambah keindahan taman dan menciptakan suasana nyaman dan tenang.


"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal". (QS Ali Imran 3 : 190).

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah waktu duduk, berdiri, berbaring serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, seraya berkata, "Ya Tuhan kami, yang Engkau ciptakan ini tiada sia-sia. Mahasuci Engkau, dan peliharalah kami dari azab api neraka". (QS Ali Imran 3 : 191).


Semoga Bermanfaat.

(Kolam Ikan)

0 komentar:

Salah Posisi Kolam Ikan, Memicu Selingkuh?

Salah Posisi Kolam Ikan, Memicu Selingkuh? - Salah menempatkan posisi kolam ikan dalam hunian Anda, aura negatif berpotensi muncul dan membuat masalah. Dalam perspektif fengsui, penataan kolam ikan sebagai unsur air, harus benar-benar tepat.




Keberadaan kolam ikan di tempat yang seharusnya dihindari akan mengaktifkan bintang asmara, dan ini berisiko terjadinya extra marital affair atau perselingkuhan dalam rumah tangga," ucap Linda.


"Peletakan yang keliru memang berpotensi memunculkan sejumlah masalah. Karena, semakin besar massa air, maka semakin besar juga dampaknya, baik itu dampak positif maupun negatif," kata Linda Khos, praktisi fengsui kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Seperti dituliskan Linda, selain ada beberapa prinsip umum tentang pengelolaan kolam, penghuni rumah juga sebaiknya memperhatikan arah hadap bangunan berikut dengan periode pembangunannya. Linda mengingatkan, bahwa saat ini penanggalan fengsui Bintang Terbang berada pada periode 8 (2004-2023).

"Keberadaan kolam ikan di tempat yang seharusnya dihindari akan mengaktifkan bintang asmara, dan ini berisiko terjadinya extra marital affair atau perselingkuhan dalam rumah tangga," ucap Linda.

Linda pun memberikan beberapa saran penting terkait peletakan kolam bagi rumah-rumah yang dibangun pada periode 8 tersebut. Untuk rumah menghadap Timur sektor 2 dan 3 (82,5 derajat s/d 112,5 derajat), ada baiknya Anda tidak meletakkan kolam ikan di depan rumah. Sedangkan pada rumah menghadap Selatan sektor 2 dan 3 (172,5 derajat s/d 202,5 derajat), hindari meletakkan posisi kolam ikan di depan kiri atau sektor Tenggara).

Sementara itu, menurut Linda, untuk rumah dengan arah hadap Barat sektor 2 dan 3 (262,5 derajat s/d 292,5 derajat), harus menghindari pembangunan kolam ikan di depan kiri atau sektor Barat Daya bangunan rumahnya. Adapun pada rumah dengan arah hadap Barat Laut sektor 2 dan 3 (307,5 derajat s/d 337,5 derajat), Linda menyarankan untuk tidak meletakkan kolam ikan di depan kanan (sektor Timur). Sementara di rumah dengan arah hadap Timur Laut sektor 1 (22,5 derajat s/d 37,5 derajat), Anda tidak boleh meletakkan kolam ikan di depan kanan (sektor Utara).

"Di sektor-sektor yang harus dihindari itu terdapat Bintang Air 4, yaitu romance dan academic star yang akan aktif jika di dalam rumah ada kolam ikan. Potensi negatifnya bisa memicu asrama berujung perselingkuhan. Kecuali kalau di dalam rumah itu lajang, tidak masalah," ucapnya.

Linda kembali mengingatkan, bahwa fengsui didefinisikan secara harafiah sebagai Angin dan Air. Energi mengalir bersama dengan angin, sementara air menampung energi.

"Maka, agar Anda mendapatkan tata letak bangunan dengan fengsui yang bagus, pengaturan angin dan peletakan unsur air seperti kolam ikan atau akuarium harus tepat," saran Linda.

Linda mengakui, kolam merupakan salah satu ornamen pelengkap sebuah bangunan yang masih sangat digemari sampai saat ini. Terbukti, hampir setiap rumah memiliki sebuah kolam atau setidaknya aquarium jika lahan di dalam huniannya terbatas atau berupa rumah atau apartemen mungil.

"Peletakan komposisi air secara benar akan memberikan dampak positif bagi penghuninya," ujar Linda.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Kolam Ikan

Kolam Ikan - Sekitar satu setengah bulan yang lalu saya memindahkan ikan-ikan Koi (Cyprinus carpio) dan beberapa jenis ikan yang lain ke kolam ikan yang baru. Dari yang sebelumnya berada di tempat terbuka, sekarang saya pindahkan ke dalam rumah.



Beberapa ekor dari ikan tersebut ada yang berumur hampir lima tahun.

Hasil konsultasi saya dengan penjual ikan hias langganan, ada beberapa cara yang aman untuk memindahkan ikan ke kolam ikan yang baru, antara lain adalah :


  • Kolam ikan yang baru harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian buang airnya
  • Isi kolam dengan air setiap hari, kuras dihari berikutnya, lakukan  minimal tiga hari berturut-turut
  • Isi kembali kolam ikan dengan air, kemudian campurkan beberapa buah nanas berupa potongan beserta kulitnya (usahakan yang sudah ranum atau hampir membusuk),  biarkan selama minimal 3 hari juga
  • Air kolam ikan dikuras kembali, dibersihkan kemudian diisi dengan campuran  air kolam yang lama plus air yang baru
  • Baru setelah itu ikan-ikan siap untuk dipindahkan.
  • O ya, setelah potongan nanas beserta kulitnya dicampurkan ke dalam air, akan bereaksi, dari hari ke hari air kolam ikan akan menjadi berbuih,  dan semakin memutih dihari ketiga.


Secara logika saya menangkap perlakuan ini dimaksudkan adalah sebagai suatu cara untuk menetralisir kadar air di kolam ikan yang baru secara alami.

Hal ini disebabkan oleh karena kolam ikan yang berbahan dasar semen dan keramik yang lebih bersifat basa (beda dengan akuarium yang berbahan dasar kaca). Sedangkan buah nanas dengan kadar keasaman yang tinggi dapat menormalkan semen dari sifat basanya.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan ikan ke kolam ikan yang baru. Disarankan agar ikan-ikan tersebut ditangkap dengan tangan, jangan memakai serokan, untuk mengurangi tingkat stresnya.

Diharapkan dengan cara ini dapat mengurangi kemungkinan ikan akan mati di tempat yang baru.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Tips Merawat Kolam Ikan

Tips Merawat Kolam Ikan - Kolam ikan merupakan bagian dari suatu estetika hidup yang selaras dengan lingkungan dan alam.  Kehadiran kolam ikan, bukan hanya menjadi alat mempercantik rumah atau bangunan, yang biasanya penempatannya di ruang-ruang public, seperti di halaman rumah dan sekitarnya, namun juga sebagai alat yang mampu memberikan nilai lebih bagi penghuninya.



Sekilas, kolam ikan hanya sebuah tambahan dari kolam, tapi dilihat dari fungsinya kehadiran kolam ikan cukup diperlukan.  Gemericik suara air diyakini mampu membuat sensasi ketenangan bagi penghuninya, sehingga konsentrasi, gaya hidup, serta mungkin amarah mampu diredam dengan kehadiran gemericik air ini. Kita juga harus mempertimbangkan fungsi kedepannya, seperti, ikan apa yang akan kita rawat dikolam ini, atau Air mancur apa yang cocok diletakkan di kolam ini. Berbicara tentang ikan, kita harus menentukan dulu ikan apa yang dipakai, jika ikannya berjenis ikan hias besar (ikan KOI) tentunya lebar dan ketinggian kolam juga harus diperhatikan, karena Filter air dan kedalaman kolam berpengaruh bagi ikan koi, hal ini akan saya sampaikan pada bahasan yang lebih mendalam membahas penempatan ikan koi dikolam.

Setelah selesai dengan semua point diatas, yaitu memilih, dan membeli kolam ikan, berikut tips merawat kolam ikan adalah:

  • Sebelum kolam diisi air (kondisi kolam baru) disarankan untuk melapisi sisi dalam kolam ikan dengan waterproof (pelapis air) agar kolam tidak bocor.
  • Penambahan filter yaitu batu Siolit (dapat ditemukan diproduk kami) dan Biobol diperlukan untuk menjaga kejernihan air.
  • Jangan menghabisi lumut, maksudnya jika kolam terdapat lumut, ketika menguras dan membersihkan kolam, lumut/tanaman air yang menempel disisi kolam jangan dibersihkan semua, karena, ikan yang ada dikolam menyukai lumut, dan menghabisi lumut juga membuat stress ikan, tentunya Anda tidak mau kan ikan anda mati Cuma gara-gara tidak ada lumut
  • Peletakkan kolam ikan ditempat yang teduh.  Ini penting, karena banyak orang tidak memperhatikan ini, dan akhirnya banyak yang mengeluh.  Kolam ikan yang berada ditempat panas dan tempat yang sering dilalui debu, tidak akan bisa bersih (airnya jernih) karena kolam yang  terkena sinar matahari langsung berpontensi airnya menjadi hijau dan keruh , dan hal ini tidak bisa dibantah. Walaupun kolam dilakukan pembersihan tiap hari...... selamat mencoba(Kolam Ikan)

0 komentar:

Persiapan Kolam Terpal

Persiapan Kolam Terpal - Sebelum digunakan,sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan planton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih ikan lele.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gr/m2 atau dalam ukuran 4 x 6 m2  sebanyak 16 Kg.



Dapat pula ditambahkan urea 15 gr/m2. Tahapan pemupukannya adalah mula-mula kolam diisi air setinggi 3 -5 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai wana air kolam berubah coklat atau kehijauan,yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah hingga minggu ke-2, sebelum benih lele ditebar.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Ikan Terpal

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Ikan Terpal -  Kolam ikan Terpal kini kian populer untuk tempat budidaya ikan. Selain Lele, jenis ikan air tawar lain seperti Gurami dan Patin juga dapat dibudidayakan secara optimal pada kolam terpal. Banyak orang yang telah sukses menerapkan budidaya ikan di kolam terpal ini.


Selain lebih praktis, mudah diaplikasikan di lahan terbatas serta biaya pembuatan yang relatif lebih murah dibanding kolam tembok, budidaya ikan di kolam terpal juga memiliki keunggulan dibanding budidaya ikan di kolam tembok atau kolam tanah.

Kelebihan Kolam Ikan Terpal
Keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan seperti lele dan gurami diantaranya :

  • Kolam Ikan Terpal Dapat Diaplikasikan Pada Daerah Kurang Air
  • Bagi anda yang tinggal di pesisir pantai yang notabene tanahnya berpasir dan kurang mampu menahan air (porous), kolam terpal merupakan pilihan yang tepat untuk budidaya ikan. Budidaya ikan pada kolam tanah di daerah pesisir pantai atau daerah lain yang tanahnya porous akan menemui kendala karena air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kolam terpal inilah solusi yang ciamik jika anda ingin mencoba usaha budidaya ikan.
  • Suhu Air di Kolam Terpal Lebih Stabil
  • Pengalaman pembudidaya gurame di Kulon Progo membuktikan kolam terpal mampu menahan fluktuasi suhu kolam yang biasanya terjadi saat perubahan musim. Rahasianya terletak pada alas sekam yang ditebar sebelum terpal di pasang. Pada musim kemarau alas sekam tersebut disiram air agar cepat busuk. Proses pembusukan sekam ini kemudian menghasilkan panas yang pada akhirnya mampu menjaga suhu air di kisaran ideal untuk budidaya gurame.
  • Ikan Kolam Terpal Tidak Berbau Tanah
  • Berbeda dengan budidaya di kolam tanah yang biasanya ikan hasil panenan masih berbau lumpur, ikan hasil budidaya di kolam terpal sama sekali tidak berbau lumpur. Ikan yang tidak berbau lumpur relatih lebih disukai oleh para konsumen.
  • Panen Ikan Lebih Mudah
  • Karena ukurannya yang umumnya tidak terlalu besar, panen ikan di kolam terpal relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu dasaran kolam terpal biasanya hanya terdapat sedikit lumpur atau malah tidak ada sama sekali sehingga panen ikan di kolam terpal lebih mudah untuk dilakukan.
  • Pengolahan Kolam Terpal Lebih Cepat
  • Proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali jelas lebih cepat dibanding dengan kolam tanah. Proses pembersihan dan pengeringan ini lazim dilakukan para pembudidaya ikan untuk memutus mata rantai bibit penyakit. Kolam tanah umumnya memerlukan waktu 2-7 hari untuk proses pengeringan. Kolam terpal hanya memelukan waktu beberapa jam saja atau paling lambat 1-2 hari untuk proses pengeringan.
  • Padat Tebar Benih Ikan Lebih Tinggi
  • Pada budidaya ikan di kolam tanah umumnya jarang dilakukan pembersihan kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan dan kotoran ikan ini kemudian akan menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida yang bersifat racun bagi ikan. Ikan pun kemudian ogah untuk berenang di dasar kolam. Akibatnya ruang gerak ikan menjadi terbatas.
  • Lain halnya jika budidaya ikan dilakukan pada kolam terpal. Kotoran ikan dan sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam lebih mudah dibersihkan dengan cara disedot (shift pond). Ruang gerak ikan menjadi lebih luas karena ikan dapat berenang di dasar kolam tanpa takut teracuni amonia.
  • Jarang Ditemui Hama & Penyakit
  • Hama yang memangsa ikan khususnya benih jarang ditemui di kolam terpal. Selain itu ikan yang di budidayakan pada kolam terpal relatif jarang terserang penyakit.
  • Kelangsungan Hidup Ikan Lebih Tinggi
  • Karena kualitas air yang lebih terkontrol serta minimnya serangan hama dan penyakit maka kelangsungan hidup (survival rate) ikan ikan yang dibudidayakan lebih tinggi. Pengalaman pembudidaya lele sangkuriang pada kolam terpal, kelangsungan hidup ikan lele yang dipelihara bisa mencapai 95 %.

Demikian beberapa keunggulan kolam terpal untuk budidaya ikan, meskipun memiliki beragam keunggulan, bukan berarti kolam terpal merupakan cara terbaik untuk membudidaya ikan air tawar. Khususnya jika anda ingin membudidaya ikan dalam jangka panjang. Kolam yang lebih permanen akan lebih cocok untuk anda yang ingin menjadikan bisnis budidaya ikan sebagai pemasukan utama anda.


Kekurangan Kolam Ikan Terpal
Berikut beberapa kelemahan kolam terpal dibandingkan dengan kolam tanah maupun kolam beton:
Rawan bocor


  • Lahan tempat meletakkan kolam terpal harus bebas dari sudut-sudut lancip. Hati-hati juga dalam memberikan pakan tambahan untuk ikan, karena terkadang makanan juga dapat menyebabkan kebocoran pada terpal. Hewan pengerat seperti tikus juga senang mengunyah terpal sehingga tikus juga merupakan salah satu penyebab utama bocornya kolam terpal. Terpal juga mungkin tertusuk kawat atau paku dari bambu penegak dinding kolam.
  • Mudah lapuk karena hujan
  • Peternak juga harus mencari cara agar bagian luar kolam terpal tidak sering terkena hujan, karena dapat menyebabkan terpal lapuk. Hal ini juga akan mengakibatkan rusaknya terpal sebelum waktunya.
  • Tidak awet
  • Usia rata-rata kolam terpal hanya sekitar 2 tahun. Sementara kolam tanah dan kolam beton dapat berusia hingga puluhan tahun selama dijaga agar tidak terlalu berlumut.
  • Miskin ion-ion dan mineral dari tanah
  • Salah satu keunggulan kolam tanah adalah karena tanah banyak mengandung mineral renik yang penting bagi nutrisi ikan. Tanah juga berfungsi sebagai penstabil ion dalam air. Ketika air kekurangan ion, tanah akan memberikannya. Ketika air kelebihan ion, tanah akan mengikatnya. Ikan yang dibiakkan di kolam terpal mungkin tidak tumbuh sebesar dan secepat ikan yang dibiakkan di kolam tanah kecuali jika pemilik menambahkan zat tambahan seperti mineral ke dalam air kolam terpal.
  • Air kolam terpal lebih cepat bau
  • Hal ini disebabkan karena kolam terpal tidak memiliki bakteri yang dimiliki oleh kolam tanah yang berfungsi sebagai perombak bahan organik dan penyuplai mineral bagi bakteri. Perombakan bahan organik yang cepat akan membantu mengurai pakan ikan yang tidak habis sehingga tidak berada terlalu lama di dalam air. Kolam terpal akan lebih cepat bau karena proses pembusukan pakan ikan yang tidak habis akan memakan waktu lebih lama dan dapat mengurangi kadar oksigen dalam air karena proses pembusukan (oksidasi) membutuhkan oksigen.

Pemilihan jenis kolam tentu akan sangat bergantung pada tujuan anda beternak ikan. Jika anda mempertimbangkan masalah biaya, mobilitas, dan kemudahan pengembangan, tentu anda akan memilih kolam terpal.
Namun jika prioritas anda adalah kualitas ikan, penggunaan kolam dalam jangka panjang, dan anda tipe orang yang tidak mau repot mengganti kolam tiap tahun, dan memiliki budget, maka tentunya anda akan memilih kolam yang lebih permanen seperti kolam beton atau kolam tanah (Kolam Ikan)

0 komentar:

CARA MERAWAT KOLAM IKAN

CARA MERAWAT KOLAM IKAN - Merawat kolam ikan merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan. Di Thailand, keberhasilan budidaya ikan tidak lain karena konstruksi kolam dibuat menurut kaidah yang benar. Ikan gurami (Osphronemus gouramy) akan lambat pertumbuhannya bila dipelihara di kolam ikan yang dangkal, sedangkan ikan tawes (Puntius javanicus) lebih cepat tumbuh apabila dipelihara di kolam ikan yang dangkal. Pada umumnya ikan air tawar dan payau lebih cepat besar bila dipelihara di kolam ikan berbentuk segi empat sama sisi atau bulat dan kelangsungan hidupnya (survival rate) lebih tinggi bila dipelihara di kolam ikan yang dikelola dengan baik. Karena kurangnya informasi, pada umumnya kolam-kolam ikan milik petani dibuat tanpa mempertimbangkan konstruksinya. Kolam-kolam ikan yang mereka miliki tidak lebih dari cekungan (Jawa: kowakan) tanah berisi air yang dipergunakan untuk menampung ikan. Bahkan tidak sedikit petani ikan yang belum paham cara membuat kolam ikan.



Merawat kolam ikan dapat dikatakan gampang-gampang susah. Kolam ikan yang dirawat secara sembarangan akan menyulitkan dalam pengelolaannya. Sedangkan kolam ikan yang dirawat dengan baik, maka pengelolaan budidaya ikan akan jauh lebih mudah.

Memelihara ikan secara intensif bukan hanya pakan tambahan yang mutlak diperlukan, tetapi menyangkut pula cara penyiapannya seperti pengeringan kolam ikan, pengapuran, pemupukan maupun pengelolaan airnya. Untuk mempermudah proses pengeringan kolam ikan, dasar kolam harus dibuat lebih tinggi dari permukaan saluran pembuangan. Sedangkan untuk mempermudah pemasukan dan pengaturan tinggi-rendah air kolam, maka tinggi pematang harus dibuat seimbang dengan letak sumber air. Demikian pula, untuk dapat memanfaatkan lahan dan air yang tersedia secara maksimal harus memperhitungkan bentuk, ukuran, jumlah petakan, dan letak kolam ikan.

Di daerah pegunungan yang memiliki kemiringan tanah cukup besar, relatif lebih mudah dalam merancang bentuk dan letak kolam. Tetapi di daerah ini biasanya tanahnya gembur, sehingga gampang tergerus air. Berbeda dengan jenis tanah di daerah dataran rendah yang terkadang berpasir atau liat berlumpur. Pematang kolam yang dibuat dari jenis tanah gembur (berlumpur) lebih mudah dibentuk, tetapi tidak kuat menahan tekanan air, mudah rembes, tidak kedap, mudah bocor (porous), dan mudah retak sehingga cepat ambrol. Sebaliknya, tanah liat yang terlalu lembek untuk dibuat pematang kolam memerlukan waktu lama. Di sinilah perlunya pengetahuan dan keterampilan dalam merawat kolam ikan.

MERAWAT KOLAM IKAN

Kolam ikan serta seluruh perlengkapannya perlu dirawat secara baik. Selama masa pemeliharaan, kolam ikan selalu tergenang air, terguyur hujan, tercemar lumpur dan sampah atau terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Akibatnya, kolam sering mengalami kerusakan, misalnya tanggul bocor atau retak, pintu air tersumbat, dan caren menjadi dangkal tertimbun lumpur atau sampah. Selain itu, banyak sekali hewan dan organisme liar yang hidup di dalam atau di sekitar kolam ikan yang termasuk dalam golongan hewan perusak, yaitu kepiting, tikus, dll.

Jika kolam ikan tidak dirawat dengan baik, bukan hanya fungsinya saja yang berkurang, tetapi tidak ada manfaatnya sama sekali. Oleh karena itu, perawatan kolam bukan hanya sekedar melindungi dan memperbaiki dari kerusakan, tetapi sekaligus memulihkan fungsi dan kegunaannya sebagai tempat yang layak untuk memelihara ikan.

Beberapa bagian kolam ikan yang perlu dirawat atau diperbaiki secara rutin adalah tanggul, parit, pintu air, dan saringan atau papan-papan penutupnya.

MERAWAT KOLAM IKAN PERMANEN

Menambal bagian tanggul yang rusak dengan semen atau campuran semen dan pasir. Kerusakan ringan pada tanggul permanen biasanya berupa kebocoran dan geripis.

Menyuntik atau menyumbat bagian tanggul yang retak. Bila retaknya kecil cukup disuntik dengan semen. Tetapi bila retaknya cukup parah harus disuntik (Jawa = dicokol) dengan campuran semen dan pasir.
Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.

Bagian dasar tanggul di sekitar pintu air, meskipun tidak bocor, perlu ditimbun dengan tanah dan diinjak-injak hingga keras.

Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.

Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.

Membersihkan saluran air di sekitar kolam. Akar-akar tanaman diIuar kolam yang menembus tanggul dipotong atau dicabut.

Batu atau batu bata yang goyah dilekatkan kembali dengan semen.

MERAWAT KOLAM IKAN NON PERMANEN (TANAH)

Setiap kali selesai panen, tanggul di kedua nisi dan bagian atasnya dibersihkan dengan cara dikepras miring menggunakan cangkul. Sebarkan tanah keprasan ini ke tengah kolam (tidak di caren). Sumbat tanggul yang berlubang atau bocor dengan tanah permukaan kolam yang dilumatkan. Tutuplah lubang (bocoran) ini, lalu tekan dengan tumit hingga terisi padat. Kemudian, tanggul dilapisi lagi dengan tanah baru yang juga telah dilumatkan.

Padatkan dasar tanggul di sekitar pintu air. Bila dasar tanggul bocor, perlu diperbaiki seperti pada penyumbatan tanggul.

Keluarkan lumpur, sampah, dan endapan lain yang tertimbun dalam caren. Kemudian, perbaiki atau buat caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.

Pintu air dari bahan bambu atau pipa PVC dibongkar lalu dibersihkan dan diganti bila telah rusak. Tanah dasar pada pintu air diganti dengan tanah baru yang telah dilumatkan sebelumnya. Setelah pintu air ini dipasang kembali, tanah di sekelilingnya dipadatkan lagi dengan tanah liat berpasir yang diambil dari permukaan dasar kolam yang telah dilumatkan.

Saringan air yang rusak diganti atau diperbaiki kemudian dipasang seperti semula.

Pintu air yang dibuat permanen juga dibersihkan, dan bagian-bagian yang retak atau geripis ditambal. Celah-celah penempatan saringan atau papan kayu penutup dibersihkan dari lumpur atau lumut. Papan-papan kayu pembatas pintu air yang rusak juga diganti atau diperbaiki.

Saluran air di sekitar kolam dibersihkan dan diperbaiki. Akar-akar tanaman yang diperkirakan merusak tanggul kolam dipotong atau dicabut.
Hewan-hewan perusak tanggul atau perlengkapan kolam dimusnahkan. Ternak piaraan, seperti sapi, kerbau dan sebagainya dicegah melewati tanggul maupun parit atau saluran di sekitar kolam dengan di buatkan pagar keliling.(Kolam Ikan)

0 komentar:

Cara Merawat Kolam

Cara Merawat Kolam - Salah satu tahapan dalam mengelola kolam adalah bagaimana cara merawat kolam yang dioperasikan. Perawatan secara intensif sebaiknya dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyakit ikan dan tanaman, kekeruhan, dan bau tak sedap.

Kolam yang tidak terawat akan nampak kumuh dan kurang sedap dipandang mata. Sebagai pemilik kolam, hal ini tentunya tidak diinginkan. Untuk itu perlu melakukan perawatan terhadap kolam yang mulai menampakkan tanda-tanda penurunan nilai keindahan seperti warna air yang keruh dan bau.

Merawat kolam bisa dilakukan siapa saja. Seluruh peralatan harus bersih dan berfungsi dengan baik. Adapaun bagian-bagian yang perlu dirawat adalah sebagai berikut:


Aksesori kolam
Perawatan kolam dapat dilakukan dengan cara pembersihan, pewarnaan ulang, mengganti atau memperbaiki bagian-bagian yang rusak. Pembersihan kolam dilakukan bila sudah nampak kotor. Kotoran dapat dibersihkan dengan lap kasar atau dengan sikat bila sulit dibersihkan. Pada bagian lekukan dan sudut yang runcing dapat menggunakan sikat gigi yang tidak digunakan lagi.

Pengecatan atau pewarnaan ulang dilakukan apabila warna nampak telah pudar atau kusam. Biasanya setelah enam bulan warna akan pudar. Cat yang digunakan adalah waterprof sehingga tahan air. Setelah pengecatan kolam, diisi air dan diamkan selama sehari semalam. lalu air dikuras dan diisi air yang baru, kemudian baru dapat memasukkan tanaman air dan ikan.

Perbaikan terhadap bagian yang rusak seperti keramik yang pecah harus dilakukan dengan cara mengganti. Sementara apabila terjadi kebocoran karena usia kolam, segera tambal agar volume air tetap terjaga.
Pencucian filter perlu dilakukan karena filter merupakan bagian terpenting menjaga kualitas air kolam. Banyak kotoran yang disaring oleh filter mengakibatkan pori-porinya tersumbat dan tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang ditempuh adalah dengan melepaskan bagian-bagian filter. Filter dari spons dicuci dengan air bersih dan sabun. Sementara filter biologi dicuci dengan air sampai bersih.

Membersihkan instalasi pipa dan pompa air dilakukan dengan cara menyikat bagian-bagian pipa. Apabila perlu menggunakan sabun hingga bersih. Kemudian pasang kembali instalasi pipa dan pompa, hindari  ada bagian yang terlepas atau terbuka. Pipa yang mengalami kebocoran atau pecah sebaiknya diganti dengan yang baru.

Air
Air merupakan komponen yang penting bagi kolam. Kualitas air yang buruk akan mempengaruhi kehidupan ikan dan tanaman air serta nilai estetika. Apa saja yang harus dilakukan?

Menguras
Menjaga agar kualitas air kolam tetap baik dapat dilakukan dengan cara menguras kolam. Pengurasan dilakukan bersamaan dengan pencucian dinding dan dasar kolam. Air kolam yang berbau akan mengganggu kesehatan ikan. Meskipun menggunakan sistem sirkulasi, pergantian air merupakan cara yang benar-benar dapat menghilangkan kotoran dan memperbaiki kualitas air secara nyata. Mengganti atau mengurangi air dilakukan dengan menyifon atau menggunakan selang. Setelah disifon kolam diisi kembali dengan air segar sebanyak yang dikeluarkan. Sebelum melakukan penyifonan, sebaiknya mesin pompa dimatikan agar partikel debu, kotoran dan koloid mengendap di dasar kolam. Setelah mengendap, ujung selang dimasukkan hingga ke dasar kolam. Spora protozoa yang umumnya berkumpul di dasar kolam akan tersedot bersama kotoran.

Pemberian obat pengikat ke dalam air yang kotor dapat pula dilakukan untuk memperbaiki kualitas air. Obat yang diberikan adalah penjernih air yang berguna mengikat kotoran sehingga menggumpal dan mengendap sekaligus menetralisir air yang terlalu basa. Obat ini dapat pula membasmi jamur dan bakteri yang menyerang ikan.

Menguras air dalam kolam dilakukan dengan berbagai tujuan antara lain memperbaiki kualitas air dan mencuci kolam. Menguras kolam yang menggunakan filter berbeda dengan menguras air pada kolam yang tidak menggunakan filter.

Menguras air pada kolam menggunakan filter, lubang pembuangan dapat dihubungkan dengan saluran air. Langkah-langkahnya adalah:

Matikan mesin pompa, agar air menjadi tenang dan kotoran mengendap ke dasar kolam

Usahakan air dalam kolam tersisa 1/3nya, sehingga ikan tidak perlu kaget dengan air yang baru

Pindahkan ikan dari dalam kolam, apabila akan menguras seluruh isi kolam. Usahakan air yang digunakan untuk menampung ikan adalah air dari kolam, jangan air baru.

Tutup aliran ke filter dan buka penutup saluran pembuangan

Jangan terlalu bersih apabila menguras seluruh kolam, apalagi sampai menggosoknya dengan sabun. Hal ini akan menyebabkan ikan mengalami stres dengan suasana baru dan butuh waktu lagi untuk adaptasi.

Pada kolam yang tidak menggunakan filter, menguras air dengan membuka penutup lubang pembuangan dan air langsung terkuras.

Kolam sistem gravitasi
Kolam taman yang dirancang dengan sistem gravitasi yaitu dengan bentuk dasar kolam yang miring serta dilengkapi dengan lubang pembuangan. Pergantian air dilakukan dengan cara yang lebih mudah yaitu pertama-tama mematikan mesin pompa dulu, selanjutnya ikan dan tanaman air dipindahkan ke wadah ember. Buka lubang penutup pembuangan, maka air akan terkuras dengan sendirinya.(Kolam Ikan)

0 komentar: